Siswa memesan dari kelas, kantin menyiapkan, pembeli tinggal mengambil. Tiap penjualan tercatat sendiri, jadi sekolah akhirnya tahu berapa yang benar-benar masuk.
Dibuka lewat peramban HP, siswa tidak perlu memasang aplikasi apa pun.
Selamat siang, Dimas
Jangan pakai sawi
1 kode QR
untuk pesanan dari beberapa kantin sekaligus, tiap kantin cuma lihat bagiannya
0 rupiah
diterima untuk barang yang keburu habis, stok dicek ulang saat bayar
2 tingkat
pembesaran huruf di layar penjaga kantin, untuk yang matanya sudah tidak muda
00.05
tutup buku harian berjalan sendiri tiap malam, tanpa disuruh
Yang antre paling belakang sering kehabisan waktu sebelum kebagian makan.
Yang SmartSaji lakukan: siswa memesan dari kelas sebelum bel, dapat nomor antrean, dan baru turun saat pesanannya siap. Sebelum berangkat pun dia sudah tahu kantin mana yang sedang ramai.
Selamat siang, Dimas
Tanpa catatan, tidak ada yang bisa menunjuk di mana bocornya.
Yang SmartSaji lakukan: tiap penjualan tercatat otomatis lengkap dengan siapa pembelinya. Stok baru berkurang setelah benar-benar dibayar, dan kasir tidak bisa menerima uang untuk barang yang sudah habis.
Rizky, kelas 10 IPS 1
Kantin mana yang ramai, siapa yang menunggak sewa, barang apa yang rusak. Semua tersebar di ingatan dan catatan kertas.
Yang SmartSaji lakukan: satu layar berisi penjualan seluruh kantin, kontrak sewa tiap kantin, dan catatan hutang atau barang rusak.
Rp100.000
Yang di bawah ini bukan gambar hiasan. Itu tampilan aplikasinya yang sebenarnya.
Selamat siang, Dimas
Jangan pakai sawi
Rizky, kelas 10 IPS 1
Rp100.000
Harga per sekolah, bukan per kantin. Sampai 10 kantin dalam satu sekolah.
Standar
Tanpa uang tunaiRp1.500.000
per tahun, setara Rp125.000 per bulan
Premium
Siap dipakaiRp3.000.000
per tahun, setara Rp250.000 per bulan
Pemasangan, input menu awal, dan pelatihan penjaga kantin gratis untuk sekolah pertama yang bergabung.
Jujur: sekarang SmartSaji butuh internet. Mode yang tetap jalan saat jaringan putus belum ada, dan itu memang sedang dalam daftar pengerjaan. Yang sudah dilakukan adalah membuat halamannya seringan mungkin supaya tetap terbuka di jaringan lambat.
Layar penjaga kantin sengaja dibuat paling sederhana: tombol besar, huruf bisa diperbesar sampai dua tingkat, dan satu ketukan untuk menandai pesanan siap. Pelatihan langsung di tempat juga termasuk saat pemasangan.
Tiap peran hanya bisa membuka layarnya sendiri, dan data antar sekolah terpisah penuh. Semua akses lewat HTTPS. Pengujian keamanan sudah dilakukan dan hasilnya bisa diminta.
Data tetap milik sekolah dan bisa diminta kapan saja. Kalau kerja sama berakhir, seluruh data diserahkan ke sekolah sebelum dihapus.
Tidak. Cukup dibuka lewat peramban di HP, seperti membuka situs biasa. Aplikasi Android sedang direncanakan tapi belum ada.
Biasanya satu sampai dua hari kerja: membuat akun tiap kantin, memasukkan menu awal, lalu melatih penjaga kantin dan kasir.
Isi sebentar, kami hubungi untuk mengatur waktu peragaan. Tidak ada biaya dan tidak ada kewajiban apa pun.